Social Icons

Rabu, 24 Oktober 2012

Bermain sambil belajar


oleh Erlina Budi Utami
    Menurut pandangan para ahli psikologi perkembangan, bermain sangat bermanfaat bagi
perkembangan kognitif dan kreatif, sebab pada dasarnya bermain itu sangat erat kaitannya dengan perkembangan serta kewajaran dan keindahan gerak manusia. Para ahli antropologi berpendapat bahwa bermain bagi masyarakat primitif berguna untuk mengajarkan teknik-teknik untuk menyelamatkan diri dan mempertahankan hidup.

     Sebenarnya pandangan itu masuk akal, karena bermain bagi masyarakat yang telah maju, memiliki fungsi yang hampir sama. Seorang psikolog, Jean Piaget (baca; Piase) berpendapat bahwa bermain adalah manifestasi penyesuaian; salah satu dasar proses-proses mental menuju kepada pertumbuhan intelektual. Banyak ahli, menurut hasil pengamatan, menyetujui bahwa bermain adalah suatu mekanisme penyesuaian yang penting bagi perkembangan/pertumbuhan manusia.

a. Permainan sebagai rangkaian kegiatan belajar

    Permainan dapat menimbulkan kegiatan belajar yang menarik. Anak didik, terutama yang sedang berada dalam masa pertumbuhan, segera secara langsung menanggapi dengan positif bila ada ajakan untuk bermain. Permainan merupakan suatu selingan bagi acara-acara yang secara rutin berlangsung di kelas dari hari ke hari. Untuk itu, tanggapan yang positif dari siswa terhadap proses belajar dalam bentuk permainan itu merupakan hal yang wajar, karena sebagai imbalan terhadap rasa jenuh akibat berada terus-menerus dalam ruang lingkup kelas. Singkatnya, permainan dapat membantu membuat suasana lingkungan belajar menjadi senang, bahagia, santai, namun tetap memiliki suasana belajar yang kondusif. Dengan bermain, banyak keterampilan/keterampilan dapat dipraktekkan secara berulang-ulang sehingga bisa dikuasai dengan baik. Melalui latihan-latihan dalam melakukan gerakan-gerakan, para siswa lebih matang dalam suatu hal yang membutuhkan keterampilan.
    Tentu saja untuk menjadikan permainan itu benar-benar mengandung arti pembelajaran, kegiatan tersebut harus menjurus pada pencapaian kemampuan akademis. Jenis-jenis permainan dalam pembelajaran yang mengandung unsur persaingan (kompetisi), harus dilakukan berdasarkan suatu pemikiran yang matang. Persaingan antara individu melawan individu, dapat merupakan motivasi yang baik, sepanjang dilakukan dengan rasa saling menghormati dan menuju pada pencapaian tujuan pembelajaran. Permainan beregu juga memiliki hal yang sama, hanya perlu ditambahkan adanya kesatuan dan kerja sama dalam kelompok/regu (team) sendiri.
    Untuk kepentingan pembelajaran melalui permainan, dimana siswa harus bermain hanya melawan sesuatu yang telah menjadi standar, juga merupakan suatu pilihan yang baik, karena dalam hal seperti ini siswa dilatih untuk bekerja sendiri, tabah, percaya diri, tidak putus asa dan pantang menyerah.

b. Penerapan permainan pembelajaran

Kegiatan seperti ini baik/cocok untuk:

  1. Mencapai tujuan kognitif secara umum, terutama yang termasuk pengenalan,
  2. membeda-bedakan, latihan-latihan pengulangan, misalnya mengenai tata bahasa, ejaan,
  3. kemampuan berhitung, rumus-rumus (kimia, fisika), nama-nama tempat, dan sebagainya
  4. Menambahkan motivasi pada pokok-pokok yang biasanya kurang menarik perhatian siswa, 
  5. misalnya aturan-aturan tata bahasa, latihan-latihan matematika, dan sebagainya.
Latihan-latihan kelompok kecil yang kurang diawasi dan kurang mendapat pengarahan dari guru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar